Pagi buta menjelang mentari terbit dari persembunyianya, mengingatkan sang pemuda Amharik pada keindahan alamnya. Setelah mereka sadar bagian darinya menghilang dari muka bumi, ibu dari nafanya meregang nyawa anatara hidup dan musnah. Tangisnya membuat suasana buruk baginya, perpecahan bertambah parah. Sakit dari hati ini kian tak terasa menyakitkan, memisahkan kedua penciptaku. Mahluk yang aku kagumi yang kusebut Ayah, sosok yang aku puja setelah aku turun ke dunia. Dan, sang sumber kehidupan yang aku panggil Ibu, menatap matamu aku tau betapa susahnya kau memberiku sebuah kehidupan. Tapi, kini sosok mereka hilang dari hadapanku, sosok keindahan dikala pemuda Amharik kecil.
Melayang anganku, kedalam pangkuan sang ibu yang telah hilang dari hadapan ayah. Aku sejenak merenung untuk menghilangkan rasa yang aku punya.

