[empty]

12 Februari 2009

Persembahanku Untuk Bayanganku

Aku telah meluluhkan hatinya. Aku takan pernah menduga diriku ada dalam hatinya, sedangkan mahluk lain menggodanya. Setiap hembusan nafasku mengenang dia, sebuah cinta yang aku tanam dalam hatinya. Jiwanya membuat setiap pemujanya luluh, terlunta mengenang sang pujaan cinta. haruskah mereka memaksakaan kehendak mereka?? Atau aku herus berperang melawan pengikutnya? sedangkan sang burung tak pernah menginginkan sarangnya, terkekang dalam emosi cinta.
Sekarang aku kekasih bayanganku, dan aku akan persembahkan jiwa ragaku untuknya. Untuk mengisi hidupnya pertama dan terakhir, aku ingin sunting dia. Aku berharap tak pernah meninggalkan dia, selalu disisi bayanganku. Bagian dari tubuhku yang tuhan hempaskan kebumi ini. keindahan tiada tara yang tuhan berikan padaku, benih Hawa yang tuhan berikan untuk aku sunting. "Siren at lara panda" dan aku.
Setiap Orang berbicara cinta. Namun cinta yang aku berikan ini adalah cinta yang berbeda, cinta yang tak pernah bisa ku katakan oleh kata-kata. Hanya kebencian yang mengerti arti dari kata yang aku maksudkan. Garangnya pemuja kekasih alam, membuat aku merasa ada dalam angkara. Apakah dia yang sebenarnya ada dalam hatimu? Semua aku katakan karena aku adalah sebuah pelabuhan usang yang tak pernah disinggahi nelayan. Darah, daging dan tulangku persembahan baginya. Kematian adalah jalan akhir dari kisahnya. Kisah seorang pembual dengan kekasih sejatinya.
Selama aku memiliki keberanian, aku akan menjaganya. Membuat segala raga dan jiwaku menghadang setiap keluhan hati. Aku jalani semua apa adanya, mengalir, nikmati, tanpa bebani hatimu.
Kau dan aku, dalam alam cinta yang baka, suci tanpa noda kemunafikan. Merangkai sebuah kehidupan baru di alam ini. Hanya kau dan aku, ketika rmbulan menampilkan keindahannya. Bawalah aku kesana, dekatkan aku dengannya, wujudkan aku untuknya, bayanganku sang penuai rindu. Tanpa rasa bimbang, ragu. Aku takan hiraukan penghalang yang datang silih berganti, karena semua ini kulakukan hanya untukmu bayanganku. Syair tuhan yang kudengar dari mulutnya membuatku tertidur dalam dekapan lembut khayal. Menumbuhkan benih jiwa dalam setiap relung hidupku, membuat dia memahami diriku. Bayanganku oh bayanganku. Di sampingmu aku tertidur, terbuai oleh wanginya tubuhmu. Wajahmu, mengalir dalam tubuhku, merekatkan setiap liku hidupku. Egoku adalah pelajaran baginya untuk membuatku merasakan cintanya.