[empty]

21 Februari 2009

Dia Yang Tidak Ingin Aku Sebutkan

Hari ini Tanggal 12 Februari. Semua gempuran tuduhan palsu ku yang mereka lempar menghampiriku, telah datang dan menyalahkanku. "Apa yang aku perbuat", setiap detak jantungku mengatakanya, hanya karena aku tidak mengikuti kegiatan hitam mereka, dan aku mengikuti kegiatan hitam dengan kelompok yang mereka kira adalah musuhnya. Perjuangan ku yang aku usahakan demi kaumnya telah terabaikan, hanya karena seorang pemimpin diktator yang tidak mengerti arti kehidupan ku, "apa daya mereka terhadapku, sehingga aku harus menjilat kakinya", benaku berkata dengan lantangnya seruan yang tak pernah mereka dengar. Sang diktator selalu meminta keuntungan dari kerugian kita, kaum pekerja, atau malah memenggal kepala mereka satu persatu? Kebohonganya selalu terbongkar olehku, sedangkan kemunafikanya malah menjalar kepadaku, menghancurkan kerongkongan ku detik demi detik kian pelan. Biarlah dia berkata sepuas dia menentangku, sedangkan aku selalu ada dalam pangkuan ayahku.


Aku kehilangan salah satu pengikutku yg berharga, semua karena hasutannya. Terkadang aku berpikir tak pernah membutuhannya, tetapi aku sadar aku masih membutuhkannya, bagai manapun perasaan bencinya kepadaku aku tetap membutuhkannya.