Aku memuat hasil kerjaku kedalam lumbung, kusimpan dalam-dalam dan aku jaga sekuat tenaga. Cinta yang aku petik hari demi hari kini telah berada dalam titik puncak untuk kuberikan padanya, kekasihku. Aku tidak ingin hari yang aku baru mulai telah runtuh seperti kemarin, elegi masa lampau yang aku sia-siakan. Aku sangat menyayanginya lebih dari kata cinta yang selalu kusebut "Kasih".
Semua keadaan membingungkanku, apakah aku sebagai pelampiasan? Ataukah sebagai hiasan? Karena setiap merahnya terdapat dalam hatiku, indahnya tersirat dalam benakku.
Kini dia menerimaku lagi dalam hatinya yang beku. Dia adalah keindahanku, penyejuk di dalam rona hitam kehidupanku. Aku berharap sekali lagi untuk bisa hidup di hadapanya, membahagiakannya, memberinya kenyamanan. Karena aku tulus untuk memberikan segala sesuatu yang aku miliki untuknya.
